Mengenal ciri mainan edukasi

Standard

Kadang orang tua bingung pada saat akan membelikan mainan untuk anaknya. Pertanyaan yang paling sering terbesit adalah apakah mainan yang saya beli memiliki unsur edukatif?

Sekarang para orang tua tidak perlu bingung lagi karena kami akan memberitahu ciri – ciri mainan edukasi.

Pertama :
Mainan memang diperuntukkan untuk anak usia dini.
Pastikan rancangan mainan tidak sulit maupun tidak berbahaya bagi anak. Misalnya mainan tersebut tidak memiliki sudut tajam atau bagian yang terlalu kecil yang bisa tertelan oleh anak.

labirin beruang

Kedua :
Multifungsi.
Satu jenis mainan bisa digunakan untuk beberapa permainan. Misalnya kubus puzzle, selain digunakan sebagai puzzle karena kubus tersebut bergambar, juga bisa dipakai untuk bermain susun kubus untuk anak usia 1 tahun.

kubus

Ketiga :
Melatih pemecahan masalah.
Mainan yang bisa dibagi menjadi bagian-bagian terpisah kemudian bisa dirangkai kembali akan sangat membantu anak untuk memecahkan masalah. Dengan menjadikan bagian-bagian yang terpisah tersebut, akan melatih otaknya untuk berpikir lebih cerdas dan kreatif lagi. Menara susun, balok konstruksi, dan puzzle adalah beberapa contoh mainan kategori ini.

menara pelangi

Keempat :
Membantu mengembangkan konsep dasar.
Konsep dasar anak meliputi kemampuan anak untuk mengenal bentuk, warna, besar-kecil dan kemampuan motorik kasar dan motorik halusnya. Banyak aneka mainan yang tersedia untuk melatih konsep dasar anak. Misalnya menara geometri, menara pelangi, dan pasak bulat.

pasak bulat

Kelima :
Melatih ketelitian dan ketekunan anak.
Ketelitian dan ketekunan disini mengacu pada melatih daya fokus anak karena tidak semua anak memiliki daya konsentrasi yang sama.

IMG-20130513-WA0007

Keenam :
Melatih daya kreatifitas.
Melatih daya kreatifitas anak dapat dilakukan dengan mainan yang bisa dibentuk dengan aneka model. Seperti mainan balok-balokan. Mainan ini bisa dijadikan aneka bentuk mulai dari rumah-rumahan ataupun bentuk lainnya yang disenangi oleh anak. Dengan kebiasaan membuat bentuk baru ini maka si anak akan terlatih untuk membentuk karya baru. Sehingga ketika dewasa bisa menjadi anak yang inovatif.

balok mobil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s